Usaplah Air Matamu. Hujan Memang Begitu Adanya

Photo credit: vilector.com

Kepadamu yang suka sendirian di kala hujan. Berhentilah melamun untuk setiap tetes yang jatuh mengiringi air matamu. Dengan ketabahan yang kau punya, berusahalah dengan hatimu untuk menguatkan jiwa dan kakimu untuk berdiri.

Hujan memang begitu adanya, setiap tetes airnya selalu menyimpan kenangan yang lalu. Tak mengenal waktu, jika harimu hanya kau hiasi dengan sendu, maka pilu kalbumu akan kian menderu.

Cepatlah kau usap pipimu. Air mata tak sesuci yang kau kira. Dia adalah simbol kesedihan, hanya beberapa orang yang menganggapnya elok.

Berhentilah sesenggukan untuk waktu yang lama. Kau adalah peri dalam jiwamu sendiri. Jangan kau membunuhnya dengan perasaan bersalahmu. Usahlah kau bangga dengan dirimu sendiri.

Dan berhentilah menanti hujan reda. Nikmatilah sepimu dengan yang lain. Kau bisa menyeduh kopi dengan aromamu sendiri. Dengan kalbu yang kau punya, kau pasti mampu menghirup aroma wangi dalam seduhanmu.

Hangatnya akan mengalihkan rasamu. Sedikit manisnya akan mewarnai lidahmu. Dan pahitnya akan menyadarkanmu, bahwa yang pahit masih bisa untuk dinikmati.

Seindah purnama yang bersinar. Wajahmu kan jelita diterangi cahaya-cahaya senyummu. Meski langit kelabu, awan tahu, purnama tak perlu bulan untuk bersinar. Kau adalah ratu dalam bayanganmu sendiri.

Berdirilah. Bawalah cangkir kopimu untuk kau nikmati.

Tersenyumlah. Tak semua pahit yang kau rasakan menimbulkan air mata.

Maka, nikmatilah. Kopi memang seperti itu. Sebanyak apapun gula yang kau campur, lidahmu tak pernah berbohong akan pahitnya.

Begitupun sedihmu. Sebanyak apapun kau meratapinya, semesta tahu, ia tak pernah habis meski kau bohongi dengan kuatmu.

Kuatlah tanpa meratapi. Berbagialah tanpa membohongi. Dirimu adalah dirimu. Yang apabila sedih, jiwamulah yang menderita bukan orang lain. Yang seumpama bahagia, bunga pun akan ikut mekar bersamaan dengan senyummu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s