Kunang-Kunang Pagi

Photo credit: labsatu.com

Fajar telah merekah
Di ufuk timur sana,
Gejolak cahaya saling mendahului
Kelabunya langit, mulai berganti.

Sepagi ini,
Aku sambangi tamanku,
Bersama arloji,
Agar aku tak tertipu waktu.

Embun lebih dulu menyapa,
Dengkuran mawar dan melati
Menusuk telinga.
Daun-daun anggrek, menjuntai, melambai.

Langkahku berjalan santai,
Nafasku juga santai,
Sendi-sendi hidupku kukendorkan
Syaraf mataku, kumanjakan.

Bola surya, masih tenggelam.
Mencoba santai, tak pernah tergesa

Ada setitik cahaya,
Sepagi ini, mengapa dia ada
Masih menari girang
Tak kenal waktu

Hai kunang-kunang,
Waktumu telah berlalu,
Cahayamu akan kalah
Secantik maupun segemerlap engkau.

Istirahatlah,
Simpan cahayamu untuk nanti,
Bila petang datang lagi.,
Dan penikmat kerlipmu lagi sendiri.

Yogyakarta, 09112016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s