Review: Lowongan Tuhan by Elsa Surya | Kisah Asmara antara Seorang Copy Writer dan Janda Seorang Pelukis Terkenal

img_20161225_174752_1482662894048

Title: Lowongan Tuhan

Author: Elsa Surya

Publisher: Minerva Media

Published:

Page: 426p

ISBN: 978-979-16411-0-4

Berawal iklan di atas yang sedikit kontroversial menjadikan Aris, seorang copy writer mendapatkan banyak masalah dan hampir saja nyawanya tak tertolong. Dia merupakan salah seorang cantrik di Padepokan Semar Mesem. Padepokan ini merupakan padepokan yang lebih menjurus ke olah bathin untuk meningkatkan derajat manusia menjadi tinggi di sisi Allah SWT. Iklan di atas dibuat karena Aris berpikiran bahwa semua orang juga berhak mengetahui cara-cara ataupun metode untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengalamannya yang sudah panjang dan juga kepiawaiannya dalam merangkai kata, menimbulkan iklan tersebut menjadi pusat perhatian banyak orang.

Termasuk Dayat, salah satu orang yang setelah membaca isi iklan tersebut mendadak dadanya panas dan merasa si pembuat iklan melecehkan adanya Tuhan. Dayat dan beberapa temannya pun segera menyusun rencana untuk memberikan pelajaran pada padepokan yang tertera dalam iklan tersebut. Pada malam puncaknya, beberapa menit setelah tengah malam tiba-tiba ada suara ledakan di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung. Bom yang dipasang Dayat dan komplotannya meledak di tengah-tengah hadirin. Acara pun menjadi berantakan, banyak cantrik dan para tamu yang meninggal dan terluka akibat ledakan bom. Padepokan rusak parah dan beberapa cantrik yang selamat segera melarikan diri..

Cantrik-cantrik yang masih selamat pun harus berhati-hati karena rencana Dayat adalah membasmi ajaran di padepokan Semar Mesem termasuk cantrik-cantriknya. Semua cantrik harus dibasmi dan tidak boleh dibiarkan berkeliaran mengajarkan ajaran ke orang lain lagi.

Aris yang kebetulan berada di kamar mandi belakang padepokan akhirnya selamat. Berbekal sisa tenaga dan informasi dari salah seorang teman cantriknya ia berhasil kabur menjauh dari padepokan.

Beberapa hari, Aris harus sembunyi-sembunyi bila melakukan aktivitas. Ia menghindari beberapa anak buah Dayat yang berusaha untuk menangkapnya dan membunuhnya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk ikut jalan-jalan Sari keliling Indonesia dalam rangka menemani Sari yang sedang mencari inspirasi untuk bahan lukisannya.

Sari merupakan seorang Janda cantik, bahenol, berbadan sintal yang sudah dua kali menikah namun kedua suaminya harus meninggal karena Sari mempunyai kelainan dalam tubuhnya. Ia memiliki kelainan bahwa setiap lelaki yang habis menidurinya maka beberapa hari selanjutnya akan meninggal.

Kedekatan Aris dan Sari dari hari ke hari semakin lengket. Meskipun mereka berbeda keyakinan dalam memeluk agama, tetapi cinta tumbuh juga diantara mereka. Saking cintanya, Aris pun berniat untuk menikahi Sari meskipun Aris sudah tahu kelainan yang diderita oleh Sari. Di akhir cerita mereka menikah pun setelah Dayat tertangkap oleh kepolisian karena melakukan pengeboman dan setelah Aris terbebas dari tuduhan iklan yang melecehkan Tuhan.

Selain kata-kata yang terdapat dalam novel ini ringan, pembaca pun akan mudah memahami setiap maksud yang disampaikan oleh penulis. Peran yang diambil Ki Sumirat (pengasuh padepokan semar mesem) dan Aris Winasis memberikan banyak sekali pengetahuan dan teori mengenai tasawuf untuk lebih memahami dan mengerti diri sendiri kemudian ditransformasikan untuk mendekatkan dan menyatukan diri kepada Allah SWT.

Saya menyarankan sebelum membaca buku ini alangkah lebih baiknya apabila pembaca memiliki dasar fiqih atau dasar teknis dalam menjalani ibadah amaliah. Setidaknya sudah mengetahui atau pernah mempelajari ilmu fiqih sebelumnya. Mengapa demikian? Karena dalam buku ini pembahasan yang diambil adalah dari segi tasawuf (tingkatan tertinggi dalam mendekatkan diri pada Illahi) yang pada akhirnya menjurus ke ma’rifat billah. Takutnya, apabila belum mempunyai dasar, beberapa pembaca bisa salah dalam memahami beberapa maksud yang disampaikan oleh penulis.

Yang pasti saya merasa enjoy ketika membaca novel ini. Kalaupun ada beberapa kata atau maksud yang sedikit melenceng dari pemahaman dan kepercayaan saya, setidaknya masih banyak pengetahuan atau ilmu yang bisa saya pahami dari dalam buku ini.

Apresiasi setinggi-tingginya untuk sang penulis. Penyampaian ilmu yang apik yang dibungkus dalam cerita romansa pemuda yang mendebarkan. Saya menunggu seri keduanya yang berjudul Avatar. Seri lanjutan dari novel ini.

Desember, 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s