Review: Ishmael by Daniel Quinn | Pelajaran Tentang Menjalani Hidup Sebagai Manusia dari Seekoar Gorilla

img_20161221_163532

Title: Ishmael
Author: Daniel Quinn
Translator: Erwin Y. Salim
Puplisher: Fresh Book
Published: 1995
Page: 356 p
ISBN: 979-98459-1-2
Detail: GoodReads

“Guru mencari murid.
Syarat: punya keinginan besar untuk meyelamatkan dunia.
Datang sendiri.

Bagaimana responmu jika melihat iklan baris yang terpampang di sebuah koran seperti di atas?

Seorang lelaki tanpa nama menjadi pemeran utama dalam novel ini. Pertemuannya dengan sosok yang menulis iklan tersebut itu dikarenakan impian masa mudanya yang sangat ingin menyelamatkan dunia. Ia terkejut, shock, dan bahkan tak menyangka sosok di balik iklan tersebut adalah seekor Gorilla bernama Ishmael.

Saat pertama bertemu di sebuah apartemen, Ishmael mengenalkan dirinya dengan Bahasa Dunia, bahasa yang hanya bisa dipahami oleh beberapa manusia. Terjadi percakapan di sana. Dulunya, sebelum Ishmael berada di apartemen itu, ia hanyalah Gorilla bodoh yang belum mempunyai pengetahuan luas mengenai dunia. Ia waktu itu masih tinggal di dalam kandang milik seseorang yang mempunyai usaha sirkus jalanan. Kemudian pengusaha Yahudi bernama Walter Sokolow yang tidak sengaja menemukannya dan membelinya.

Di rumah Sokolow, Ishmael diberikan pemahaman mengenai asal-usul dunia, hukum-hukum kehidupan dan kebudayaan-kebudayaan manusia. Berbagai ilmu pengetahuan dengan senang hati diberikan Mister Sokolow kepada Ishmael. Dan pada saat Walter Sokolow mati, Rachel Sokolow anak perempuannya kemudian memindahkan Ishmael ke sebuah apartemen untuk menghindari kejahatan ibunya.

Dulu Manusia adalah milik Dunia. Dan sekarang Dunia adalah milik Manusia.

Percakapan antara seorang laki-laki tanpa nama dan Ishmael mendominasi isi novel ini. Persoalan yang dibahas pun tidak permasalahan-permasalahan sepele melainkan perbedaan antara Kaum Peninggal dan Kaum Pengambil. Perbedaan antara manusia zaman purba dengan manusia zaman sekarang.

Banyak sekali pelajaran baru dan penting yang dapat diperoleh dari novel ini. Seperti pemahaman tentang pentingnya menjaga bumi dan tugas sesungguhnya manusia berada di bumi ini.

Hemat saya, novel ini menggunakan bahasa yang berat dan butuh konsentrasi yang tinggi. Layaknya mengendarai sepeda motor, sekali tidak fokus, maka pesan yang disampaikan penulis melalui halaman demi halaman akan terbuang sia-sia. Tak membekas di hati pembacanya.

Selain menggunakan pemikiran-pemikiran filsafat, membaca novel ini juga perlu mengetahui sejarah-sejarah dan juga sedikit ilmu agama. Harapannya banyak ilmu-ilmu bisa disempurnakan melalui membaca novel ini.

“Kau jatuh cinta pada seseorang selama 10 tahun –seseorang yang praktis tidak tahu kau ada. Kau melakukan segalanya, mencoba segalanya untuk membuat orang tersebut merasa bahwa kau adalah sosok yang berguna, bisa diperhitungkan, dan layak dicintai. Lalu pada suatu hari, kau membolak-balik koran dan melirik ke rubik iklan baris, dan di situ kau melihat orang yang kau cinta tersebut memasang iklan yang berbunyi ….mencari seseorang yang pantas untuk mencintai dan dicitai.”

Pada akhirnya seorang guru, Ishmael harus meninggalkan muridnya untuk selamanya. Setelah proses pengajaran perihal rahasia dunia telah selesai, Ishmael terserang penyakit pneumonia. Meninggalkan pemikiran yang krusial untuk disampaikan kepada orang lain. Meninggalkan kebijaksanaan-kebijaksanaan tentang menjalani hidup.

“Jika kau mulai mengambil lebih banyak untuk dirimu, maka ada orang lain yang mendapat lebih sedikit atas sesuatu yang lain.”

Desember, 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s