Review: Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan | Kisah Pelacur Pujaan yang Hidup Lagi Setelah Mati Selama 21 Tahun

img_20170103_171440

Title: Cantik Itu Luka
Author: Eka Kurniawan
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Published: Cetakan Pertama Mei 2004
Page: 481 p
ISBN: 978-979-22-7880-4
Detail: Goodreads

Halimunda dibuat geger atas bangkitnya Dewi Ayu, sang pelacur terkemuka setelah 21 tahun meninggal dunia. Dia meninggal 12 hari setelah melahirkan anaknya yang ke-empat, yang kemudian ia beri nama Cantik. Pelacur yang sejak zaman pemerintahan Jepang tersebut, selama debutnya telah melahirkan anak-anak yang bernama Alamanda, Adinda, dan Maya Dewi, yang kesemuanya mewarisi kecantikan ibundanya. Tapi karena trauma dan ketakutannya atas anak-anak yang cantik dan menawan tersebut membawa petaka, maka berbagai doa dan usaha ia panjatkan untuk anak terakhirnya supaya tidak mempunyai wajah secantik kakak-kakaknya. Bahkan saking frustasinya, Dewi Ayu menginginkan anak terakhirnya lebih mirip tai, seburuk-buruknya masnusia yang pernah dilahirkan di muka bumi.

Selama hidupnya, Dewi Ayu menjadi pelacur yang sangat dipuja dan dikagumi oleh para lelaki manapun. Bahkan dua dari tiga menantunya pernah menidurinya dan bermain nada indah dunia di atas tempat tidur Dewi Ayu.

Memang benar, kesemua anaknya tidak mengikuti jalannya sebagai seorang pelacur. Karena pada dasarnya Dewi Ayu menginginkan anak-anaknya mempunyai kehidupan yang normal seperti orang-orang kebanyakan. Tetapi setelah tiga putri pertamanya menampakkan kecantikan gadis-gadis remaja, mereka akhirnya menikah dengan pasangannya masing-masing dan selanjutnya, beberapa tahun kemudian mendapatkan bermacam-macam kutukan dari roh jahat. Kutukan ini menyengsarakan anak-anak Dewi Ayu sampai kepada cucu-cucunya. Roh jahat ini juga yang pada akhirnya menjadi teman dari Si Cantik, anak terakhir Dewi Ayu setelah bertahun-tahun tidak diterima oleh masyarakat sekitar, karena keburukan wajahnya yang bisa membuat orang insomnia dan muntah-muntah.

Ada banyak kisah yang diceritakan oleh penulis melalui novel Cantik Itu Luka ini. Dan kesemua kisahnya adalah kisah-kisah yang menarik dan juga menjadikan novel ini menjadi lebih hidup. Meskipun latar belakang tempatnya hanya di Halimunda, tapi itu sudah cukup mewakili semua kisah yang terjadi di Indonesia pada masa sebelum Kemerdekaan di proklamirkan.

Pemilihan kata dan diksi membuat saya terkagum-kagum, karena setelah membaca beberapa novel penulis lain, baru kali ini saya menemukan alur, kalimat, kata, serta gaya penceritaan yang begitu memukau terkumpul dalam novel Cantik Itu Luka ini. Benar-benar berbeda dan menambah wawasan baru tentang per-novelan di Indonesia.

Oh ya, perlu diingat dan ditandai dengan sangat penting bahwa novel ini masuk dalam kategori novel dewasa. Novel yang hanya boleh dibaca oleh mereka-mereka yang sudah mencapai umur delapan belas plus. Please, yang masih dibawah umur jangan coba-coba membaca novel ini dan bersabarlah sampai umur kalian sudah mencapai tataran dewasa. Karena banyak sekali bagian-bagian dalam novel ini yang tidak lulus sensor KPI (Komisi Pernovelan Indonesia) mengenai konten dewasa. Karena jelas sekali yang menjadi pemern utamanya adalah seorang pelacur kelas atas, yang hampir semua lelaki di Halimunda pernah tidur dengannya dan paling tidak yang belum pernah menidurinya, pernah membayangkan tidur dengannya. Bahkan pembaca yang laki-laki bisa terbawa emosi dan birahi jikalau tidak bisa menahan iman dan keteguhan dalam memahami konten dalam novel.

Penting untuk kalian tahu, bahwa sekali lagi saya merekomendasikan novel ini untuk kalian baca sebagai referensi novel-novel lokal yang berkualitas dan menyenangkan untuk teman tidur. Setidaknya karena tebalnya, bisa menjadi bantal ketika ngantuk menyerang.

Selamat membaca Cantik Itu Lukanya Bang Eka Kurniawan.

Iklan

One thought on “Review: Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan | Kisah Pelacur Pujaan yang Hidup Lagi Setelah Mati Selama 21 Tahun”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s