Kuhidupkan Dirimu

Pertama, tidak ada sedikitpun keinginan untuk melupakanmu, meniadakan keberadaanmu serta menghapus semua kenangan tentangmu. Sungguh itu bukanlah sesuatu yang aku suka. Aku lebih memilih untuk membiarkanmu tinggal di hatiku selama waktu yang kau inginkan untuk tinggal. Sesukamu aku mengizinkannya. Sungai itu, yang menjadi candu dalam dada dan angan adalah memori hidup yang setiap saat menggangguku. … Lanjutkan membaca Kuhidupkan Dirimu

Iklan

Book Review: Kumcer – Sungai, Suara dan Luka | Cerpen yang Lebih Tua dari Yang Baca

  Seminggu ini aku luangkan waktu untuk membaca buku kumcer (kumpulan cerpen) karangan S. N. Ratmana. Saat pertama kali aku menemukannya di salah satu rak perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta aku tak langsung suka dengan buku ini. Aku selalu nyawang sampul bukunya pertama kali, kalau intuisiku mengatakan 'ini bagus' maka pada akhirnya akan bagus. Tapi yang … Lanjutkan membaca Book Review: Kumcer – Sungai, Suara dan Luka | Cerpen yang Lebih Tua dari Yang Baca

Crpn: Di Atas Pasir

Oleh: Kahlil Gibran ​Berkatalah seorang lelaki kepada temannya, “pada saat air laut sedang pasang yang lama, dengan tongkatku aku menulis sebuah baris di atas pasir, dan orang-orang diam sejenak untuk membacanya, dan mereka berhati-hati agar tidak menghapusnya.” Dan teman laki-laki itu berkata, “ dan saya juga menulis sebuah baris di atas pasir, tetapi saat itu … Lanjutkan membaca Crpn: Di Atas Pasir

Crpn: Nyanyian Terakhir Burung Gereja

oleh: kangsole Di pagi yang cerah dengan matahari yang masih berselimutkan kabut, dua burung gereja bernyanyi di atas ranting-ranting pohon Mangga Manalagi. Suaranya merdu. Bersaut-sautan. Lengkingannya mampu bersaing dengan suara kokok ayam jago di pekarangan. Kadang bergantian. Tetapi lebih sering berkicau bersamaan. Ada kesedihan di antara mereka berdua. Sepagi itu harusnya banyak famili mereka yang … Lanjutkan membaca Crpn: Nyanyian Terakhir Burung Gereja

Catatan Idul Qurban 1438 H dari Pinggiran Yogyakarta

Saya berasal dari sebuah desa kecil di pinggiran Kabupaten Blora. Perjalanan ke desa saya memakan waktu empat puluh lima menit sampai satu jam dari pusat kabupaten. Jalan sebagai penghubung ke desa saya dari Blora bisa dikatakan mulus-mulus-menjengkelkan. Saya tidak bisa mengatakan seluruhnya jelek. Ada zaman di mana jalannya halus. Ada zaman jalannya ‘seperti kali asat’. … Lanjutkan membaca Catatan Idul Qurban 1438 H dari Pinggiran Yogyakarta

Ada Dirimu dalam Setangkai Mawar

Pagi yang ceria ku petik Mawar di taman. Mawar yang harumnya menenangkan hati dan menentramkan jiwa. Telah lama aku menunggu mekarnya. Di hari-hari yang lalu telah kupupuk ia dengan kesetiaan dan ketulusan. Kurawat sepenuh hati dengan segala harap kupunya. Semerah bibirmu dikala melantunkan bait indah puisi, Mawar itu memabukkan setiap mata yang memandang. Seharum bau … Lanjutkan membaca Ada Dirimu dalam Setangkai Mawar

Desemberku

Kabar darimu telah kutunggu sejak hari-hari yang lalu. Di persimpangan, di tepi sungai, dan di dermaga-dermaga telah kutunggu perihal harum namamu. Tasbih yang melingkar di leherku, sajadah yang terhampar di lantai-lantai pertapaanku, dan butiran airmata yang menguap memenuhi ruang pengasinganku, adalah memori-memori abadi yang tak bernafas. Yang menjadi teman sejati dalam merengkuh doa-doa samawi. Saksi … Lanjutkan membaca Desemberku

Saya Mengumpat Ketika Membaca Novel Paling Menjengkelkan Ini

Hari di mana saya merasa ling-lung. Banyak pikiran dan imajinasi yang memenuhi kepala saya. Hari itu adalah hari saat saya menyelesaikan sebuah trilogi novel karangan Ahmad Tohari. Adalah Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dinihari, dan Jentera Bianglala yang memberikan nuansa gelap dalam hayalan saya. Ada rasa mengganjal dalam perasaan saya. Emosi saya sepenuhnya telah diacak-acak … Lanjutkan membaca Saya Mengumpat Ketika Membaca Novel Paling Menjengkelkan Ini

Untuk Mencapai Hasil yang Maksimal, Perlu Sekali Kita Memperhatikan Faktor X ini

Percaya atau tidak, di awal tulisan ini saya akan menyampaikan bahwa sebuah usaha apapun itu dalam kehidupan sehari-hari, khususnya umat islam perlu sekali tahu mengenai Faktor X untuk menunjang keberhasilan dan kecemerlangan hasil dari usaha tersebut. Faktor X demikian saya menyebutnya karena tidak termasuk dalam teori rasionalitas kehidupan. Mungkin saja dari kalian ada yang sudah … Lanjutkan membaca Untuk Mencapai Hasil yang Maksimal, Perlu Sekali Kita Memperhatikan Faktor X ini